KUNCI HIDUP TENANG

Tak ada manusia yang tidak ingin hidup bahagia. Baik pada dunia pun padaakhirat. Dan ternyata seluruh orang pantas buat mendapatkannya, sebagaimana yg sudah disabdakan sang Rasulullah SAW berikut ini; “Sungguh mengherankan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya segala urusannya baginya memberikan kebaikan hal ini tidak dimiliki oleh seorangpun melainkan oleh seorang mukmin. Bila mendapatkan harta atau kesuksesan selalu bersyukur maka jadilah itu kebaikan baginya dan bila mendapatkan kesengsaraan, dia selalu bersabar dan itupun menjadikan kebaikan baginya.” (HR. Abu Yahya). 1. Bersyukur Hidup senang merupakan karunia Tuhan. Sebab, waktu kita pintar bersyukur, maka Allah akan menambahkan nikmat buat kita. Kunci menurut bersyukur yaitu, Disebabkan seringkali melihat ke atas, ataumenggunakan artian jangan melihat orang menggunakan ekonomi atau apapun yang melebihi kita. Seperti contoh, Anda hanya mempunyai motor, Anda tidak boleh memandang orang yang telah mempunyai kendaraan beroda empat & motor. Lantaran bila selalu melihat orang yang terdapat pada atas kita, hanya akanmenimbulkan penyakit hati, dengki, iri, kufur nikmat & yang paling parah merupakan menyalahkan takdir Allah. Kamu memang hanya mempunyai sebuah motor, akan tetapi cobalah lihat orang yang jauh berada pada bawahmu. Mereka tidak memiliki kendaraan, atau kakinya bermasalah sebagai akibatnya beliau tidak sanggup berjalan. Bertemanlah dengan mereka. Kamu akan merasa bersyukur lantaramempunyai kaki yang sehat & motor. Melihat ke atas boleh saja, akan tetapi tidak untuk melihat mereka yang lebih tinggi darimu, tetapi melihat telah sejauh mana harapan yang kau raih. 2. Jangan Membandingkan Dirimu dengan Orang Lain Jangan pernah membandingkan dirimu menggunakan siapapun. Biarkan segalanya berjalan senatural mungkin. Sebab, kita bukanlah mereka, begitupun menggunakan mereka. Sebagaimana yg sudah difirmankan Allah Ta’ala,

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ

“Janganlah kalian mengharapkan Karunia Allah yang terdapat pada orang lain.” (An-Nisa: 32).

 

 

3. Jangan Pernah Menyimpan Dendam

Dendam adalah hal terbesar dan akan selalu menjadi beban terberat jika kita menyimpannya di dalam hati.  Anda Tidak inginkan membawanya sepanjang hidup dan membuat hidupmu tidak Bahagia bukan? Jangan sia-siakan energimu hanya untuk menyimpan dendam yang tidak ada manfaatnya, lebih baik lepaskanlah dendam tersebut dan berdamailah dengan diri sendiri. Gunakanlah energimu untuk hal-hal yang lebih positif.

4. Selalu Menajalankan Ibadah

Setiap manusia yang berpegang teguh pada ajaran Islam, tentunya akan hidup lebih jauh lebih bahagia dibandingkan dengan mereka yang lalai akan syariat Islam.

وَٱلَّذِينَ يُمَسِّكُونَ بِٱلْكِتَٰبِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُصْلِحِينَ

Artinya: “Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al Kitab (Taurat) serta mendirikan shalat (akan diberi pahala) karena sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan.” (QS. Al A’RAAF: 170).

5. Bersikap Ikhlas

Ikhlaslah dengan apa yang sudah Allah SWT tentukan buat dirimu. apabila selalu menyalahkan keadaan yang ada, bagaimana bisa bahagia? Sebagaimana firman berikut ini,

وَلَوْ أَنَّهُمْ رَضُوا۟ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَقَالُوا۟ حَسْبُنَا ٱللَّهُ سَيُؤْتِينَا ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ وَرَسُولُهُۥٓ إِنَّآ إِلَى ٱللَّهِ رَٰغِبُونَ

6. Jangan Hidup di Masa Lalu

Mungkin mengingat hal-hal yang ada di masa lalu akan terasa menyenangkan. Namun, janganlah kamu terlena di dalamnya. Sebaiknya, konsentrasilah dengan apa yang terjadi saat ini. Karena kita pun akan bisa merasakan banyak kebahagiaan di saat ini. Yakinlah, bahwa kita akan merasakan perasaan yang jauh lebih bahagia jika kita merayakan apa yang terjadi saat ini dibanding dengan mengingat kebahagiaan di masa lalu.

7. Tetap Berprasangka Baik Kepada Allah SWT

Tips yang terakhir ini sangat mujarab sekali bila ingin hidup bahagia, berpikir positiflah bahwa kita berada pada jalan yang sahih lantaran Allah selalu menaruh kebaikan. Dari Anas ra sesungguhnya Nabi SAW, masuk untuk menemui seseorang pemuda yang sedang sakaratul maut, maka Rasulullah SAW bersabda,

“Bagaimana keadaanmu?” Pemuda itu berkata “Ya Rasulullah, aku mengharapkan rahmat Allahd an aku sangat takut akan dosau.” kemudian Rasulullah SAW bersabda,

“Tidaklah takut dan roja berkumpul dalam hati seorang hamba dalam keadaan seperti ini kecuali Allah akan memberikan kepadanya apa-apa yang diharapkannya, dan akan memberiakn keamanan kepadanya dari perkara yang ditakutinya.” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah, al-Mundziri berkata, “Hadits ini sananya hasan”).